Fakta dan Mitos : Madu sebagai pemanis alternatif bagi penderita diabetes di bandingkan gula.
Orang yang menderita diabetes disarankan untuk menghindari konsumsi makanan atau minuman manis, terutama yang mengandung gula tambahan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa penyakit ini terjadi akibat meningkatnya kadar gula dalam darah, yang bisa disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. Lantas, bagaimana dengan madu?
Madu juga memiliki rasa manis, tetapi jenis makanan ini ternyata cukup aman untuk dikonsumsi oleh pengidap diabetes. Selama ini, madu dikenal memiliki berbagai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Madu mengandung komponen seperti air, gula, antioksidan, flavonoid, fenolat, vitamin E, vitamin C, asam amino, serta mineral seperti zinc dan zat besi. Sumber1
Faktanya :
Madu dan gula pasir memiliki perbedaan yang signifikan dalam komposisi dan dampaknya terhadap kesehatan. Gula pasir, yang umumnya digunakan, merupakan jenis sukrosa yang diolah oleh insulin. Di sisi lain, madu mengandung sekitar 55% fruktosa, gula yang juga ditemukan dalam buah-buahan, dan diproses oleh hati saat masuk ke dalam tubuh.
Meskipun
madu dan gula pasir berbeda dalam jenis gula yang terkandung, keduanya dapat
menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan. Ketika kadar gula
darah meningkat, pankreas akan memproduksi insulin, yang berfungsi menyimpan
kelebihan lemak, berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
Konsumsi berlebihan dari produk yang mengandung fruktosa, seperti madu, dapat meningkatkan risiko obesitas, gangguan jantung, dan penyakit hati. Selain itu, fruktosa juga dapat mengurangi kadar mineral penting dalam tubuh. Madu tidak hanya mengandung fruktosa; ia juga memiliki sukrosa dan glukosa. Sukrosa adalah kombinasi dari glukosa dan fruktosa.
Kandungan gula dalam madu mungkin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gula olahan. Madu juga memiliki kalori yang tinggi; satu sendok teh madu mengandung sekitar 22 kalori, sementara gula pasir atau cair sekitar 16 kalori per sendok teh.
Walaupun madu mengandung sejumlah vitamin dan mineral seperti niacin dan riboflavin, jumlahnya hanya sekitar dua persen dari total kandungan madu. Oleh karena itu, meskipun madu memiliki beberapa manfaat nutrisi, kandungan gulanya tetap lebih dominan. Penting untuk membatasi konsumsi gula secara keseluruhan; Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan agar asupan gula tidak melebihi enam sendok teh per hari, termasuk dari karbohidrat, gula pasir, gula cair, serta gula dalam buah dan madu. Sumber2
Selain madu,
ada beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi pengidap diabetes, di
antaranya:
- · Makanan yang terbuat dari karbohidrat kompleks atau biji-bijian
- Buah dan sayur
- ·
Susu
atau produk susu rendah lemak, seperti yoghurt dan telur
- ·
Ikan,
seperti tuna, salmon, sarden, dan makarel
Komentar
Posting Komentar